Logo Dharmasraya Ekspres

 

Kupon: a-Weekend

 

 

Home » Lintas Sumbar » Dari Workshop Haritage, Panen Lubuk Larangan Hingga Busana Nusantara

Minggu, 06 Oktober 2019 18:01 WIB

Dari Workshop Haritage, Panen Lubuk Larangan Hingga Busana Nusantara

Dari Workshop Haritage, Panen Lubuk Larangan Hingga Busana Nusantara

FESTIVAL PAMALAYU DI BULAN OKTOBER

 

DHARMASRAYA - Diplomasi Dharmasraya ke pentas nasional melalui Festival Pamalayu bakal semakin seru. Setelah Arung Pamalayu di bulan September, yang menyedot perhatian rakyat, kini di bulan Oktober diperkirakan juga bakal menyedot perhatian banyak orang. Pasalnya, panitia sudah merencanakan bakal menggelar workshop haritage untuk jurnalis, panen lubuk larangan untuk pecinta memancing dan pemandangan alam, serta busana nusantara yang akan diperankan oleh para kepala OPD, Kepala Bagian, Sekretaris OPD dan para camat beserta isteri.

Workshop Haritage yang akan diikuti para jurnalis, akan mengkaji berbagai hal terkait dengan peninggalan dan cerita sejarah Dharmasraya di masa lampau. Para jurnalis perlu mendapat tambahan informasi dari para sejarawan dan arkeolog, terkait dengan sejarah masa lampau Kabupaten Dharmasraya. Dengan introduksi informasi itu, diharapkan para jurnalis dapat menyambungkan informasi kepada khalayak. "Para jurnalis atau siapapun dia dapat membantu mempublikasikan kesejarahan Kabupaten Dharmasraya kepada warga dunia," ujar Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Kegiatan workshop haritage ini akan dipadu dengan panen lubuk larangan Ngalau Agung di Nagari Lubuk Selasih, Kecamatan Pulau Punjung. Pemkab Dharmasraya berwama warga Lubuk Selasih ingin memperkenalkan pola pemeliharaan sungai dan pemanfaatannya untuk masyarakat. Jika sebuah sungai dikelola dengan baik dan benar, maka akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Ini juga terkait erat dengan upaya melestarikan budaya masyarakat di aliran sungai Batanghari, termasuk di sungai Pangian yang bermuara ke Batanghari.

Festival Pamalayu di bulan Oktober akan dilengkapi dengan pagelaran busana nusantara. Itu dilakukan bersamaan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda di halaman kantor bupati. Pada saat itu, Bupati, Wakil Bupati, pimpinan DPRD, kepala OPD, Kepala Bagian, Camat dan Sekretaris OPD, masing masing beserta isteri akan memperagakan busana nusantara. Mereka akan memakai busana adat dari berbagai provinsi di nusantara. "Kita sudah membagi pakaian adat mana yang harus dipakai. Kita sesuaikan dengan kondisi kita yang religius," jelas bupati.

Untuk mematangkan berbagai kegiatan, panitia tengah menyusun skenario, agar semua bisa lebih bermakna, lebih mengena dan dapat memberikan hiburan bagi masyarakat luas. "Siang tadi masyarakat kampung surau melaksanakan gotong royong di lokasi lubuk larangan. Kebiasaan gotong royong ini akan menjadi bagian yang ingin kita lestarikan dalam festival Pamalayu," imbuh bupati.(ist) 

Kupon: a-Weekend
Indeks +

Berita Lainnya

Kamis, 23 Januari 2020 15:02 WIB

DPRD Sumbar : Kita akan Berjuang Bersama Ninik Mamak