Logo Dharmasraya Ekspres

 

Kupon: a-Weekend

 

 

Home » Dharmasraya Membangun » Kakanmenag: Bangun Masjid Kok Dibilang Gereja, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh

Senin, 14 September 2020 20:01 WIB

Kakanmenag: Bangun Masjid Kok Dibilang Gereja, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh

Kakanmenag: Bangun Masjid Kok Dibilang Gereja, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh

 

DHARMASRAYA – Pembangunan Masjid Agung Islamic Center di Kabupaten Dharmasraya ternyata menuai isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, yakni pembangunan atap Masjid Agung seperti gereja. Riak-riak isu ini walaupun berkembang hanya dibeberapa segelintiran masyarakat, namun menuai keresahan masyarakat juga. Terkait permasalahan tersebut membuat orang nomor satu di Kemenag Dharmasraya, Abdel Haq angkat bicara terkait tentang isu yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, ia  sangat menyayangkan hal tersebut. Karena katanya, harusnya sebagai masyarakat kabupaten Dharmasraya harus berbangga diri karena memiliki pembangunan Masjid Agung yang megah dan akan menjadi ikon Kabupaten Dharmasraya. Kenapa harus mempermasalahkan hal yang tidak perlu dipermasalahkan. Karena sebelum membangun desain ini telah dilakukan terlebih dahulu oleh orang-orang yang berkompeten dibidangnya.

“Tidak ada alasan bagi masyarakat yang mengatakan bahwa pembangunan masjid Agung itu seperti gereja. Karena dulu juga pernah terjadi, Masjid Raya Sumbar dibilang seperti gereja. Tapi hasilnya kan tidak. Karena saat ini belum terlihat bentuk penuh pembangunannya. Oleh karena itu sangat disayangkan adanya penilaian atap masjid seperti gereja. Harusnya masyarakat bangga dan mendukung penuh akan pembangunan ini. Saya berharap agar masyarakat dapat memandang positif setiap pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Dharmasraya,” tegasnya.

Selain itu Kakan Menag juga mengungkapkan bahwa pembangunan mega proyek Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Dharmasraya di Nagari Gunung Medan membuat masyarakat Kabupaten Dharmasraya berbangga diri. Pasalnya, pembangunan Masjid Agung ini akan menjadi ikon Dharmasraya, yang akan dilalui oleh masyarakat dari berbagai daerah. Karena posisi Masjid Agung ini berada di jalur pelintasan sumatera. Direncanakan pembangunan Masjid Agung ini akan membuat masyarakat Kabupaten Dharmasraya menjadi terkagum-kagum karena kemegahannya. Selain itu, dengan adanya Masjid Agung ini maka akan memjadi pusat penyiaran tentang ilmu agama Islam.

Menurut Kakan Menag Kabupaten Dharmasraya, Abdel Haq keberadaan Masjid Agung Islamic Center ini memiliki dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Serta memiliki filosofi Minangkabau, tau jo nan ampek.

“Saya sangat mendukung sekali akan adanya pembangunan Masjid Agung ini. Karena ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya,” ungkap Kakan Menag.

Selain itu, Masjid ini akan menjadi sebuah ikon kabupaten karena memang pembangunanya memiliki filosofi tersendiri. Jadi masyarakat yang melewati Dharmasraya akan melihat kemegahan dan keindahan Masjid Agung ini.

“Lokasi pembangunan Masjid Agung Dharmasraya berada di Jalur lintas sumatera, pintu masuk dari berbagai provinsi Jambi dan luar pulau sumatera. Ini suatu kemajuan bagi Kabupaten Dharmasraya karena memiliki sebuah masjid yang akan menjadi ikon nya Kabupaten Dharmasraya,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Kemenag Dharmasraya belum memiliki lokasi tempat untuk melakukan pembinaan pembinaan keagamaan untuk ASN Kabupaten Dharmasraya. Karena tugasnya Kemenag Dharmasraya untuk menyiapkan seluruh ASN Dharmasraya memiliki keimanan dan bertaqwa. Tentunya, untuk mencapai tujuan dan keinginan tersebut Kemenag harus memiliki sarana serta prasarana melakukan dan mewujudkan pembinaan tersebut.

“Jadi saya mengharapkan dengan adanya Masjid ini dapat mewujudkan harapan kami. Karena di kabupaten lain saya lihat, seluruh ASN dikumpulkan di suatu lokasi untuk mengikuti semua kegiatan keagamaan. Bahkan, absen mereka dilakukan di masjid tersebut. Kegiatan di Masjid bisa dilakukan secara bergilir, jika Jum’at ini dilakukan wirid maka Jum’at besoknya bisa dilakukan kegiatan keolahragaan. Atau yang disebut Jum’at barakah, yang terpenting akan terjadinya kegiatan keagamaan serta pembinaan seluruh ASN se-Dharmasraya di Masjid kebanggaan kita nantinya,” harapnya lagi.(de)

Kupon: a-Weekend
Indeks +

Berita Lainnya