Logo Dharmasraya Ekspres

 

Kupon: a-Weekend

 

 

Home » Radar Dharmasraya » Bupati Jadi Narasumber Pada Acara Puncak Peringatan Hari Maritim Nasional ke 56

Rabu, 23 September 2020 22:50 WIB

Bupati Jadi Narasumber Pada Acara Puncak Peringatan Hari Maritim Nasional ke 56

Bupati Jadi Narasumber Pada Acara Puncak Peringatan Hari Maritim Nasional ke 56
 
 
DHARMASRAYA - Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, diundang menjadi salah satu narasumber pada acara puncak peringatan Hari Maritim Nasional ke 56, yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Zoom Meeting, Rabu (23/09/20).
Bupati yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Budparpora, Sutan Taufik, diminta untuk memberikan orasi dengan tema "Sungai Urat Nadi Peradaban Bangsa Samudera."
 
Seperti diketahui, pada tahun 2019 lalu, Kabupaten Dharmasraya menjadi kabupaten pertama yang merayakan kembali Hari Maritim Nasional ke 55, setelah 52 tahun tidak pernah diperingati lagi.
 
Pada waktu itu, Hari Maritim Nasional diperingati melalui kegiatan Arung Pamalayu, yang dipusatkan di kawasan Candi Pulau Sawah di tepi Sungai Batanghari. Kegiatan yang juga sekaligus menjadi rangkaian acara Festival Pamalayu dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Dharmasraya ke 16 pada waktu itu adalah untuk mengingat sungai sebagai urat nadi peradaban masa lalu.
 
"Secara historis, dulu kerajaan Singasari melakukan Ekspedisi Pamalayu menuju Kerajaan Melayu di Negeri Dharmasraya yang disebut sebut sebagai negeri emas pada masa itu, melalui jalur Sungai Batanghari. Mereka membawa hadiah archa Amoghapasa untuk Raja Dharmasraya, archa pelambang kasih sayang. Dan Kerajaan Singasaripun membawa dua putri Raja Dharmasraya, Dara Petak dan Dara Jingga yang kemudian menjadi istri raja," ujar bupati bercerita tentang latar belakang Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperingati kembali Hari Maritim Nasional pada waktu itu.
 
Besar harapan bupati, melalui peringatan Hari Maritim Nasional di Kabupaten Dharmasraya, Pemerintah pusat bersedia melakukan pemulihan dan revitalisasi kembali sungai Batanghari dari hulu sampai hilir. Karena kondisi saat ini tebing sungai banyak tergerus air dan keruh. Serta menjadikan Sungai Batanghari sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya tingkat nasional, berikut dengan sarana dan prasarana yang memadai.(ist)
 
Kupon: a-Weekend
Indeks +

Berita Lainnya

Rabu, 07 Oktober 2020 23:12 WIB

Semarakkan Bulan Bahasa Tingkat Nasional