Logo Dharmasraya Ekspres

 

Kupon: a-Weekend

 

 

Home » Politik » Arak-arakan Panji Yos Dibubarkan

Jumat, 25 September 2020 13:59 WIB

Arak-arakan Panji Yos Dibubarkan

Arak-arakan Panji Yos Dibubarkan



Dharmasraya - Maklumat Kapolri dan surat edaran dari KPU untuk tidak membawa rombongan saat mengantarkan pasangan calon untuk mencabut nomor urut, diindahkan oleh pasangan calon Panji Mursyidan dan Yosrizal (Panji-Yos).

Kamis (24/9), Panji Yosrizal menggelar arak-arakan dengan menggunakan mobil odong-odong dan puluhan mobil yang mengiring ikut mengantarkan pasangan Panji Yos ke auditorium Kantor Bupati Dharmasraya.

"Kita Bawaslu sangat menyayangkan, dari awal pun kita sudah mewanti-wanti. Kedepan kita berharap ini tidak terjadi lagi, dan untuk penindakan tentu ada di pihak kepolisian, "ungkap anggota Bawaslu Dharmasraya, Laila Husni, yang hadir dalam pencabutan nomor urut tersebut.

Kata Laila, adanya arak arakan tadi, pihaknya juga baru mengetahui setelah berkoordinasi dengan pak Kabag ops Polres Dharmasraya.

"Jadi penindakan nya kata pak Kabag  sudah dibubarkan tadi," bebernya.

Laila juga menjelaskan bahwa pihaknya dari awal sudah mewanti pasangan calon, sesuai dengan undangan kami kepada paslon di poin 0553 dan itu himbauan dari Bawaslu, seiring dengan Kapolres dan Kapolres menindaklanjuti dengan menyambangi pasangan calon di posko masing masing.

"Makanya pihak Kapolres tadi menghalau, " tegasnya.

Laila juga menghimbau kepada pasangan calon untuk mematuhi aturan protokoler kesehatan dimasa pandemi ini dan berharap kejadian yang ada tidak terulang lagi.

"Kita menginginkan pilkada ini aman dan damai, masing-masing calon harus menjalankan peraturan yang berlaku, " tandasnya.

Terpisah Ketua KPU Dharmasraya, Maradis, dalam konfrensi persnya seperti yang di tanyakan sejumlah wartawan adanya arak-arakan yang dilakukan pasangan calon dalam pencabutan nomor urut melanggar ketentuan PKPU pasal 88 b ayat  1 dimana pasangan calon, partai politik atau gabungan partai politik, pengusul, tim kampanye, dan atau pihak lain dilarang melakukan iring-iringan dan menghadirkan massa pendukung didalam dan diluar ruangan pelaksanaan pengundian nomor urut pasangan calon mengatakan bahwa pihaknya lagi fokus kegiatan didalam ruangan  dan tidak mengetahui adanya arak-arakan tersebut.

"Kita belum mendapatkan data yang lebih lengkap, karena memang kita berada didalam dan memang kita melalui koordinator pencegahan sudah memberitahukan bahwa dilarang untuk membawa pendukung dalam pencabutan nomor, " jelasnya.

Kata Maradis, jika memang ada yang melakukan itu tentu nanti akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu karena memang dalam hal pelanggaran domainnya Bawaslu.

Terpisah Kabag Ops Kompol H Rifai saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan  mengatakan bahwa arak-arakan tersebut sudah dicegah oleh Kasat lantas karena memang tidak diperbolehkan.

"Sudah dibubarkan duluan karena memang tidak diperbolehkan, " jawab Kabag Ops singkat.

Kupon: a-Weekend
Indeks +

Berita Lainnya

Kamis, 15 Oktober 2020 21:43 WIB

Jumlah DPT Dharmasraya Ssebanyak 145.383 Orang

 

Minggu, 11 Oktober 2020 22:33 WIB

Kaum Milineal Padang Roco Bersatu Memenangkan SR Labuan